5 Fakta Persebaya Vs Persis di BRI Liga 1: Ada Gol Hantu Sampai Manajer Harus Out! -Persebaya Surabaya harus berbagi Goal dan Point dengan Persis Solo.Pada laga di pekan ke 8 di Gelora Bung Tomo Arena, Surabaya, Rabu Kemaren malam dan berakhir imbang ,Tuan rumah persebaya sebenya sangat siapa meladeni mereke dan persebaya di pimpin Paulo Henrique (30′). Sekaligus diimbangi lewat aktivitas winger Sho Yamamoto (59′).
Dari segi permainan, Persebaya sangat hebat. Mereka baru dirusak oleh serangan-serangan Persis di babak pertama. Dalam situasi itu, Bajul Ijo benar-benar unggul dalam mencetak gol terlebih dahulu. Saat di babak akhir berpesebaya menuai hasil kerja keres mereka dengan mengimbangi gol persis solo menjadi 1-1
Berbagai macam peluang sekali seumur hidup dilakukan oleh berbagai pemain seperti Henrique, Ripal Wahyudi, dan Robson Duarte. Sayangnya, tidak ada yang menghasilkan tujuan.
Goal kontroversial
Gol Persebaya Surabaya dinilai patut dipertanyakan karena tayangan ulang menunjukkan bola belum melaju terlalu jauh dengan sempurna. Bermula dari umpan manis yang diberikan gelandang Robson Duarte ke kotak penalti Persis Solo. Striker Paulo Henrique menyambutnya dengan sundulan dan bola membentur garis gawang sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh kiper Muhammad Riyandi. Paulo Henrique sendiri berhenti beberapa saat sebelum melakukan selebrasi. Pejabat itu kemudian menegaskannya.
Saat ini, gol tersebut dinilai meragukan karena bola belum melewati garis gawang. Gol itu menjadi satu-satunya yang dicetak Persebaya di laga ini. Tragisnya, grup asal City of Legends justru lalai mendominasi permainan. Disebutkan, Persebaya Surabaya benar-benar siap memimpin berkat gol mistis Paulo Henrique (30′). Meski begitu, Sho Yamamoto membatasi Persebaya untuk meraih satu poin khususnya. Dia menyangkal kemenangan klub sebelumnya dengan sebuah gol. Berawal dari umpan silang yang dikirimkan Panglima Eky Taufik dari sisi kanan. Sho Yamamoto yang berada di kotak penalti membungkusnya dengan sundulan yang membuat Persis seimbang.
Sho Yamamoto tidak akan merayakannya. Ia memutuskan pergi begitu saja saat pemain Persis bergerak ke arahnya. Teknik ini biasanya digunakan oleh pemain yang berhasil melewati target lawan. Detik yang dia temui sungguh unik. Ia baru saja meninggalkan Persebaya pada 18 November 2023. Tak sampai sebulan, ia kembali ke Surabaya dan punya opsi untuk menyakiti klub lamanya.
8 Pertandingan Tanpa Kesuksesan
Persebaya Surabya menjadi grup yang mengalami kendala meraih kemenangan di BRI Liga 1 musim ini. Bagaimana tidak, delapan laga terakhirnya mereka lewati tanpa hasil. Bermula dari bermain area kekuatan untuk Dewa Bergabung bersama.
Kemudian, Bajul Ijo kalah dalam empat laga berturut-turut, yakni melawan Persib Bandung, Bali Gabungan, Persik Kediri, dan Barito Putera. Persebaya kemudian mampu tak terkalahkan dalam tiga laga berturut-turut, namun juga tak meraih kemenangan.
Mereka bermain imbang tanpa gol melawan RANS Nusantara, kemudian ditahan imbang Persija dengan skor 1-1. Hasil melawan Persis menambah total ketangguhan Persebaya yang tak dijaga dewi fortuna.
Kompak di papan bawah
Persebaya Surabaya dan Persis Solo semakin menunjukkan ketabahannya sebagai dua tim yang betah di papan bawah klasemen. Hasil ini tidak mengubah posisi kedua grup di klasemen.
Persebaya masih berada di posisi keempat belas, sedangkan Persis justru berada satu strip di bawahnya. Keduanya mengumpulkan 25 fokus dari 21 koordinat dengan enam kali sukses, tujuh kali imbang, dan delapan kali kalah.
Persebaya pecat menejer
Sekutu Bonek kurang puas dengan hasil yang diraih Persebaya Surabaya, apalagi mereka melewati delapan laga terakhir tanpa hasil. Bonek segera mengadakan pameran dengan meminta Yahya Alkatiri meninggalkan posisinya sebagai pengawas kelompok. Yahya Alkatiri sendiri tidak berada di kursi saat pertandingan ini berlangsung. Hal ini menunjukkan Yahya tidak berperan sebagai pengurus Persebaya.
Teriakan “Yahya Out” terus bergema di GBT Arena. Para petinggi Persebaya kemudian menemui Bonek. Ketua Kegiatan Persebaya Candra Wahyudi mengungkapkan Yahya Alkatiri tidak akan lagi menjadi pengurus Persebaya hingga sisa musim ini. Nmaun persebaya belum menentukan siapa menejer anyar yang akan mereke datangkan tapi yang pasti para bonek ini menejer janganyang itu lagi dna di ganti dengan yang lain yang lebih fash dan memeiliki pengetahuan lebih tentang sepak bola
