Awal Mula Nama Panggung 14 Perajin Top Indonesia —Kisahnya Istimewa dan Sangat Menghibur Memiliki nama panggung bagi seorang perajin sudah menjadi hal yang biasa. Secara umum, nama panggung lebih mudah diartikulasikan, mudah diingat, dan menarik. Terlebih lagi, jelas nama panggungnya tidak akan sama persis dengan nama aslinya.
Beberapa nama perajin ‘dibuat’ dengan alasan masing-masing. Ada pula yang mengambil nama orang tua, status suami-istri, dan nama daerah asal mereka. Selain itu, ada juga nama panggung yang punya cerita sangat menarik. Penasaran dengan pengrajin nama panggung yang punya cerita menarik dan menghibur? Inilah beberapa di antaranya.
Adipati Dolken
Siapa yang mengira bahwa nama sebuah istana bisa membawa keberuntungan bagi Duke Dolken? Pria bernama asli Adipati Koesmadji ini baru saja memanfaatkan namanya yang paling berkesan. Meski demikian, sempat diungkapkan bahwa pemerintah sempat menetap di sebuah perkebunan di Puncak Bogor bernama Dolken.
Jadi dulu kalau saya cantumkan nama saya hanya Adipati, tapi pada akhirnya saya tidak menang nama belakang seperti itu, lalu saat itu kami ada acara tahunan dengan pemerintah, tetap di perkebunan Dolken, ujar Adipati Dolken di channel YouTube VINDES. Duke dan dewan mencari nama belakang dan kemudian memikirkan nama istana. Akhirnya ‘bayangkan skenario di mana hanya Dolken’ yang seperti itu,” kata Adipati yang hingga titik ini terkenal dengan nama Adipati Dolken.
Bernama asli Raden Wulansari, Mulan Jameela sudah beberapa kali berganti nama. Akhirnya sekitar tahun 2006, masa hidup Mulan Kwok berakhir setelah ia keluar dari RATU.
Ia pun mengganti namanya menjadi Mulan Jameela yang ia sampaikan hingga saat ini. Menurut Mulan dalam sebuah pertemuan, nama belakang Jameela lebih mengedepankan penyesuaian citra dan membuatnya lebih ‘jualan’. Apalagi signifikansinya juga luar biasa.
Rina Nose
Awal mula nama panggung Rina Nose pun tak kalah luar biasa dari yang lain. Hal itu diungkapkan Rina di channel YouTube Sobat Lama. Ia sudah menggunakan beberapa nama fase, antara lain Rina Programming interface, Rina Sinden, Rina Jurnal, Rina Caur, dan Rina Ki Daus. Rina akhirnya menggunakan kata Nose yang artinya hidung dalam bahasa Inggris. Pasalnya, kondisi hidungnya kerap menjadi bahan guyonan Sule. Terlebih lagi, kebetulan nama itu membawa karma baginya.
Mungkin sudah banyak diketahui nama keluarga Fals dari artis yang sedang menuai kesuksesan, Iwan Fals. Pemilik nama Virgiawan Liestanto ini berasal dari ocehan rekannya, Engkus, seorang tukang reparasi di Bandung. Katanya, aku (nyanyi) abal-abal. Memang menurutku bagus kalau pakai nama Iwan Fals, ujarnya di porsi Berizik di channel YouTube Super Bagus.
Inul Daratista
Pasangan Adam Suseno yang lahir di Pasuruan pada 21 Januari 1979 ini memiliki nama asli Ainur Rokhimah. Orang-orang disekitarnya kemudian mengganti nama Nur menjadi Inul. Dia juga memiliki tubuh yang montok ketika dia masih kecil. “Kalau dipikir-pikir, dulu aku gendut, menawan. Jadi kalau dipikir-pikir aku jadi nal nul nal nul, akhirnya aku jadi Inul. Jadi agak kekeliruan, karena orang-orang memanggil Nur dengan sebutan itu, adapun mainan,” kata Inul.
Zaskia Gotik
Nama aslinya adalah Surkianih, pada awal karirnya ia menggunakan nama Zaskia Shinta sebagai nama panggungnya. Meski begitu, sejak ia mulai terjun ke lantai dansa dengan julukan Goyang Itik, nama belakangnya menjadi Gotik, kependekan dari Goyang Itik. Nama Zaskia Gotik menjadi terkenal dan membawanya ke puncak ketenaran. Dia benar-benar menggunakan nama panggung itu hingga saat ini.
Ayu Berpadu
Saat mengunjungi Wendi di channel YouTube-nya, Ayu Chime mengaku pernah menggunakan nama panggung Ayu Debita. Nama terakhir merupakan potongan titik tolak sang vokalis, tepatnya Depok Betawi Asli. Namun, saat sedang memotong potongan video lagu presentasinya di kawasan Mega Mendung, ayah pembuatnya memberikan nama belakang yang sesuai dengan nama Ayu. Pasalnya, pemilik nama asli Ayu Rosmalina itu masih berstatus perawan berpangkat tinggi. Saat ini nama Ayu Chime menjelma menjadi perajin papan atas tanah air.
Vokalis asal Jawa Timur bernama asli Maulidia Octavia ini mengungkap awal mula nama panggungnya di Eksis GTV. Dengan sendirinya itulah julukannya. Sementara itu, Vallen merupakan plesetan dari Fallen, nama koleksi dari perkumpulan batu Amerika, Dissipation, yang merupakan nomor satu miliknya.
Ian Kasela
Penghibur band Radja yang tak lepas dari kacamata ini mengambil nama daerah asalnya, khususnya Kalimantan Selatan, sebagai kependekan dari nama belakangnya, Kasela. Ia diketahui memiliki nama asli Samidjan yang kemudian berbeda dengan Iandika Mulya Ramadhan
Rhoma Irama
Rhoma Irama pun punya cerita terkait dengan nama panggungnya. Diketahui, Penguasa Dangdut dilahirkan ke dunia dengan nama Raden Oma Irama. Saat memulai karirnya pada tahun 1970-an, Rhoma sebenarnya menggunakan nama Oma Irama. Setelah beliau berangkat haji, ditambahkan huruf RH sebagai kependekan dari Raden Haji. Kemudian bergabung dengan Oma Irama menjadi Rhoma Irama.
Titiek Puspa
Memiliki nama asli Sumarti, Titiek Puspa akhirnya dihubung-hubungkan dengan Presiden Soekarno. Ia yang belakangan dikenal dengan nama Titiek diberi nama belakang Puspa oleh Soekarno. Sebelumnya, Titiek merupakan vokalis standar di kediaman Resmi Kerajaan, dan Presiden Soekarno sendiri yang memberi panggung kepada Titiek menjadi Titiek Puspa pada tahun 1950-an. Nama Puspa sendiri diambil dari nama belakang ayahnya Puspowidjojo.
Sule
Nama panggung Comic Sule tak lepas dari pengalamannya tumbuh dewasa. Diungkapkannya, semasa kecil, ayah Rizky Febian kerap mengalami pilek. Sule sendiri merupakan kependekan dari ‘Susut Leho’ yang artinya membersihkan ingus. Ternyata beruntung juga, karena nama Sule benar-benar mengantarkan Sule menjadi terkenal hingga saat ini.
Jarwo Kwat
Saat menjadi salah satu pemain lakon Republik Mimpi, Effendi Gazali memberikan nama belakang Kwat kepada Jarwo, hingga mendapat inisial JK yang merupakan inisial nama Jusuf Kalla. Saat itu, Jarwo sempat melontarkan sindiran terhadap Jusuf Kalla.
Nama Jarwo Kwat masih digunakan sampai sekarang. yang sama, itu hanyalah sebuah penghiburan,” kata Jarwo.
