5 Pemain Shin Tae-yong Mengejutkan Tak Dipanggil Timnas

5 Pemain Shin Tae-yong Mengejutkan Tak Dipanggil Timnas untuk Piala Asia 2023   –Mentor Shin Tae-yong secara resmi memanggil 29 pemain ke Grup Publik Indonesia untuk mengikuti kursus pengajaran di Turki. Nantinya, rundownnya akan dikurangi menjadi 23 nama yang akan bermain di Piala Asia 2023. Pemain yang dipanggil merupakan perpaduan antara pemain terdekat dan naturalisasi. Nama-namanya juga mudah dikenali karena sering bermain untuk Grup Publik IndonesiaMentor Shin Tae-yong akan mengevaluasi sifat pemain pada tiga laga penyisihan jelang Piala Asia 2023. Rombongan masyarakat Indonesia dijadwalkan menghadapi Libya pada 2 dan 5 Januari 2024 dan Iran pada 9 Januari 2024.Usai diumumkannya nama-nama pemain, ada sejumlah tokoh yang dihindarkan terkait Grup Publik Indonesia. Sebenarnya dari segi kualitas mereka juga pantas disebut sebagai mentor Shin Tae-yong. Lantas, siapa saja pemain yang secara mengejutkan dihindari di Grup Publik Indonesia? Berikut lima keputusan yang dilansir Bola.com .

Nadeo Argawinata (Borneo FC)

Nadeo Argawinata tidak dipanggil ke grup publik Indonesia untuk Piala Asia 2023. Mentor Shin Tae-yong pernah berbagi wilayah kiper dengan Syahrul Trisna (Persikabo 1973), Muhammad Riyandi (Persis Solo), dan Ernando Ari (Persebaya Surabaya). Padahal, Nadeo berjasa besar mengantarkan Tim Publik Indonesia lolos ke Piala Asia 2023. Selain itu, penampilan Nadeo musim ini bersama Borneo FC juga sangat bagus. Nadeo membantu Borneo FC membenahi klasemen BRI Liga 1 dengan tampil dan mencatatkan 10 clean sheet. Nadeo terakhir kali bermain untuk Grup Publik Indonesia pada Kapabilitas Piala Dunia 2026 saat kalah 0-5 dari Irak

Fachruddin Aryanto (Madura Bergabung Bersama)

Kehadiran pemain naturalisasi itu menyiratkan Fachruddin Aryanto dihindarkan dari publik Indonesia. Tentu saja ketatnya persaingan membuat bek Madura Bergabung ini menjadi tantangan untuk mengimbanginya. Mentor Shin Tae-yong memiliki banyak pilihan di bidang pelindung fokus. Sebut saja Elkan Baggott, Jordi Amat, dan Rizky Ridho. Sejujurnya, Fachruddin Aryanto sudah berkali-kali menjadi pilar Shin Tae-yong di sini. Fachruddin Aryanto terakhir kali membela Grup Publik Indonesia pada Kapabilitas Piala Dunia 2026 melawan Brunei Darussalam

Rachmat Irianto (Persib Bandung)

Rachmat Irianto dikeluarkan dari kru Piala Asia 2023. Nah, Rachmat Irianto sempat tergabung, namun harus dicoret karena cedera. Mentor Shin Tae-yong tak ada keinginan untuk menghadapi tantangan dengan mengekang kehadiran Rachmat Irianto di grup publik Indonesia. Tanpa Rachmat Irianto, Shin Tae-yong tak perlu khawatir karena punya banyak dana investasi bek tengah atau gelandang tengah. Rachmat Irianto sebelumnya merupakan anggota Tim Publik Indonesia pada masa Shin Tae-yong. Pemain berusia 24 tahun itu terakhir kali menjaga grup publik Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Filipina

Syahrian Abimanyu (Persija Jakarta)

Syahrian Abimanyu dilarang masuk Grup Publik Indonesia. Padahal, gelandang Persija Jakarta itu sebelumnya kerap menjadi mentor pilar Shin Tae-yong di lini tengah. 5 Pemain Pemaparan Syahrian Abimanyu yang bertolak belakang diyakini menjadi alasan Shin Tae-yong mengabaikan Syahrian Abimanyu. Musim ini, Syahrian Abimanyu beberapa kali bermain untuk Persija, hanya bermain penuh satu kali. Syahrian Abimanyu sudah lama tidak melindungi masyarakat Indonesia. Terakhir kali Syahrian Abimanyu bermain adalah pada laga melawan Burundi (25/3/2023).

Stefano Lilipaly (Borneo FC)

Stefano Lilipaly perlu menggigit jarinya sekali lagi. Mentor Shin Tae-yong tak memanggilnya ke grup publik Indonesia untuk Piala Asia 2023. Sejujurnya, Stefano Lilipaly tampil luar biasa bersama Borneo FC di BRI Liga 1. Pemain naturalisasi itu menorehkan sembilan gol dan 11 assist dari 23 pertandingan yang dilakoninya.

Stefano Lilipaly sudah cukup lama tidak bermain untuk grup publik Indonesia. Terakhir kali Lilipaly bermain adalah saat melawan Turkmenistan 29 orang Koperasi Publik Indonesia untuk kursus Pengajaran di Türkiye 5 Pemain
Kiper

1. Syahrul Trisna – Persikabo 1973
2. Muhamad Riyandi – Persis Solo
3. Ernando Ari – Persebaya Surabaya

4. Justin Hubner – Wolverhampton Vagabonds U-21
5. Edo Febriansyah – Persib Bandung
6. Wahyu Prasetyo – PSIS Semarang
7. Rizky Ridho – Persija Jakarta
8. Jordi Amat – Johor Darul Ta’zim
9. Elkan Baggott – Kota Ipswich
10. Sandy Walsh – KV Mechelen
11. Shayne Pattyname – Viking FK
12. Asnawi Mangkualam – Ular Mitos Jeonnam
13. Pratama Arhan – Tokyo Verdy
Gelandang

14.Saddil Ramdani – Sabah FC
15. Marc Klok – Persib Bandung
16. Ricky Kambuaya – Dewa Bergabung bersama
17. Witan Sulaeman – Bhayangkara FC
18. Egy Maulana Vikri – Dewa Bergabung bersama
19. Adam Alis – Borneo FC Samarinda
20. Arkhan Fikri – Arema FC
21. Yakob Sayuri – PSM Makassar
22. Yance Sayuri – PSM Makassar
23. Marselino Ferdinand – KMSK Deinze
24. Ivar Jenner – Jong Utrecht
Penyerang

25. Hokky Caraka – PSS Sleman
26. Ramadhan Sananta – Persis Solo
27. Dendy Sulistyawan – Bhayangkara FC
28. Dimas Drajad – Persikabo 1973
29. Rafael Struick – ADO Tempat Suci Haag

By maticvr

Related Post